Rencana Indonesia Meratifikasi Protokol Montreal 2014 tentang Unruly Passenger

Bertempat di Surabaya (15/11/17), Direktorat Jendral Perhubungan Udara, Kementrian Perhubungan Udara melakukan Focus Group Discussion dengan tema Urgensi Ratifikasi Protocol to Amend the Convention on Offences and Certain Other Acts Committed on Board Aircraft (Protokol Montreal 2014). Protokol yang membahas tentang unruly passenger yang menggantikan Konvensi Tokyo 1963 menjadi perhatian utama bagi para maskapai dan para pemangku kepentingan. Hal ini disebabkan maraknya perilaku unruly passenger warga negara asing yang hendak terbang ke Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh para perwakilan maskapai baik nasional maupun internasional, pengelola bandara dan regulator. Adapun narasumber dalam acara ini: Rita Rompas (IATA Regional Director for Indonesia), Dwi Afriyanto (Kasubdit Standarisasi, Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan, Dit. Keamanan Penerbangan), Kisman Kamil (Cabin Safety Inspector, Direktorat Kelaikudaraan & Pengoperasian Pesawat Udara), Kadek Bayutemaja (Senior Manager Aviation Security, PT. Garuda Indonesia), Adhy Riadhy Arafah (Direktur Pusat Kajian Hukum Udara dan Angkasa/Center for Air and Space Law (CASL))

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


*

code